Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

KONEKSI ANTAR MATERI

Gambar
 KONEKSI ANTAR MATERI Oleh: Asy’ari Hidayah Hanafi, S.Pd Guru SMP Negeri Panca Marga CGP. Angkatan 9 Kabupaten Flores Timur Sumber: Dokumen Pribadi Pemikiran reflektif saya terkait pengalaman belajar di modul 2.3 adalah bahwa coaching merupakan kegiatan yang lebih kepada membantu seseorang untuk belajar daripada mengajarinya. Coaching berbeda dengan mentoring , konseling , fasilitasi dan training . Stone (2002) mendefinisikan mentoring sebagai suatu proses dimana seorang teman, guru, pelindung, atau pembimbing yang bijak dan penolong menggunakan pengalamannya untuk membantu seseorang dalam mengatasi kesulitan dan mencegah bahaya. Gibson dan Mitchell (2003) menyatakan bahwa konseling adalah hubungan bantuan antara konselor dan klien yang difokuskan pada pertumbuhan pribadi dan penyesuaian diri serta pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Shwarz (1994) mendefinisikan fasilitasi sebagai sebuah proses dimana seseorang yang dapat diterima oleh seluruh anggota kelompok, sec...

JEJAK SANG PENGABDI

Gambar
 Sumber: Dokumen Pribadi Ary Toekan Setelah menamatkan pendidikan pada Almamater tercinta SMP San Pankratio Larantuka Juni 1960, berangkatlah M.A. Hanafi ke Kupang seorang diri. Dengan menumpang sebuah perahu layar milik orang Sabu Raijua, dari pelabuhan Larantuka. Malam itu Hanafi merasa sedih karena hanya dirinyalah yang dapat mengerti dan mengunakan Bahasa Indonesia. Seluruh ABK perahu tersebut hanya bisa berbahasa daerah Sabu. Sedangkan juragan perahu selain bahasa ibunya ia juga dapat berbahasa Kupang yang sedikit ada kemiripan dengan Bahasa Indonesia. Sehari telah berlalu, keesokan harinya perahu yang ditumpangi singgah di Pelabuhan Kota Lohayong Solor (terdapat Benteng Portugis). Di pelabuhan ini tiga orang c rew perahu tersebut turun menjajakan dagangan mereka berupa gula air (tuanasu), tikar yang terbaut dari daun lontar dan bawang merah (baca: sebola, bahasa Kupang). Selepas magrib perahu layar itu kembali mengembangkan layarnya menyusuri laut biru menuju pelabuha...

RAMADHAN

Ketika senja benamkan sinar di ufuk  Hilal terlihat di ujung cahaya hamba bersua bulan nan mulia Bersyukur hamba bersujud menunduk Ramadhan  Ketika malam datang di ruku isya Sujud tarawih kirimkan doa Tadarrus Quran senantiasa  Gema suara pancarkan asa  Tanda cinta kitabullah Ramadhan  Saat sahur tiba Kukuhkan iman perbanyak istigfar Zikir tasbih dari hamba Hingga subuh menjemput fajar Ramadhan Dzuhur Ashar pasrahkan sembah Ketika magrib tiba Lantunan adzan tanda berbuka Lumatkan salah lahirkan magfirah   Adonara, 1444 H/2023 M

KABUT DI PUNCAK PASANDAN

Di sini berlalu lagi tujuh purnama di puncak berkabut Pasandan sendiri, kusibak jejak tulusmu karena pergimu meretas nasib gadisku endapkan bulir bening berbalut luka ratapmu yg dikau ukir di meja batu tahta cinta bersemi selalu kueja tanpa lelah Kakak kopon Sin De'i go koon moe hama hala go sedon ata sama tapo nawan daten ti mo inam nimun nabe gesika di ha'e go gute leik kai tadan pana susa go kai seba senan Kaka raya ata belen go koon moe rain kuran go barek ata sama nulan tawan nalan ti mo binem tulaka genola go semu limak kai laran gawe paya go kai sari sarek ue taan nongga nai Kudekap hampa dadaku, perih telah kutinggalkan tahta somba raja tuk sambut indah budimu tapi dinasti purba Lamaholot telah samarkan dikau di sudut malam Sendiri di puncak Pasandan  dalam kabut berbalut luka kuedarkan pandang pada tegar kaku Ile Boleng pada lembah resah tana Igo Enga pada lereng karang Ile Napo Tapi semua sama sabdakan cinta jadi luka buat gadis lugu Uto Boti Bewa Bewa Tena Lolon dan ...

SEUNTAI TIRAI

Pada seuntai tirai kelabu tali-tali terajut di antara bilah-bilah bambu ku pandangi samar siluet wajah adakah bahagia, entah? mungkinkah senyum sumringah? Ah! di pagi kemarin kita sesua lalu tanpa pamit kau berlalu hari ini ku dengar parau suaramu tak ada lengkingan sengau tapi yang ada erangan gagu Harusnya kau berteriak lalu bergema membahana hingga memekik di telinga bahkan jantung lebih cepat berdetak hemm! aku masih ingin menguping jadi teruslah bicara! tak perlu ada lengang Ary Toekan Adonara,

BARU KEMARIN

Banjir airmata mengeruk sampah duka dari peluh letih para perupa yang terluka sisa-sisa lumpur lumpuhkan langkah yang sulit untuk ditangguhkan  Aku sudah bosan dengan wajah-wajah yang dipaksa ayu dengan debu putih huh! aku semakin muak pada laku berdarah yang menyimpan luka bernanah  Ada ribuan senyum congkak lagi nyinyir kini menghiasi bibir bergincu merah yang lekas terhapus oleh air semakin bimbang, semakin tak tentu arah Baru kemarin kita semeja dengan buah pisang dipotong dua lalu sekarang kau patahkan rasa hingga tak ada sapa seperti semula Kolimasang

GUMPALAN HITAM

  Aroma khas lendut kanal sungguh aku tak lupa ribuan kisah kemarin kematian yang berulangkali menancap jiwa kumal jejak ziarah di kota ini lekat dalam rusuk ingatan ada gumpalan hitam masa silamku manampar relung hati yang hampir patah melengkung mengikuti kelokan dusta Tarian si kecil meliuk gemulai melukis deretan pesan laku tebarkan kesan penuh goda aku masih sempat mengejar langkah kaki namun harus aku kubur ikrar tunggal itu pada kedalaman tanah tanpa nisan agar tak ku dengar lagi kebohongan juga kepalsuan kata-katamu Kau bangun menara rapuh di atas puing-puing mimpiku yang tak sempat aku semat di sudut sempit kalbu amuk kemarahan bagai badai padahal kita tak sadar bahwa gumpalan itu telah melekat berbekas pada masa lalu kita hingga kita sudahi tautan rasa di atas tali cinta bertahtakan dusta Gumpalan hitam itu warisan dengki yang tumbuh terus dari benih benci dan kesumat ini tak akan usai. Makassar, 2 Desember 2019

JARAK DAN MASA

  Malam yang tabah telah menggenapkan hitungan Hingga purnama berulang Dan Kau telah lama berpulang Lalu Aku mulai mengemas langkah juga melipat waktu  tanpa tahu kapan tiba di penghujung Tangis pecah  lalu terbenam wajah-wajah  Dan di balik tabir  leleh air mata bercampur peluh  Lantaran antara lelah dan sedih  terselip ribuan perih  merayap merayakan duka juga luka Sebulan tak lama setahun tak jauh Hingga jarak jadi pemisah dan masa jadi penghalang antara mata dan hati Wewit, 26 Juni 2021

TULA TUEN

  Dari Watorotok kupacu langkah lewati ribuan tapak yang tertinggal jauh sudah jejak yang kau tinggal dengan jutaan kenang yang telah kita jamah Reuk Barek mo daiko ue Go tula koda kaan tuen ewa ti ewa nabe genan nena Go tapin laya kaan lile yonem ti mo yonem nabe bisak di kuran Reuk Barek pata mo denge kirin goen ue kirin kaan di saresare peten mo Barek kila nuli tulun mo wenge koda goen koda kaan di dikedike puken mo Barek ratam baran Telah kulewati Walang sampai Kolimasang demi mengejar kisah seribu janji namun yang kutemui cuma bayang dan ilusi patah sudah harap ini hilang sudah rasa ini dan yang tersisa hanyalah rindu Ary Toekan Adonara