Postingan

MAHAR UNTUK TUTO

Gambar
  Di sebuah kampung di Adonara yang terpencil namun kaya akan tradisi, hiduplah seorang pemuda bernama Kopong. Seperti pemuda lainnya, Kopong juga jatuh cinta. Gadis pujaannya adalah Tuto, seorang perempuan cantik dengan senyum yang mampu menggerakkan hati siapa saja. Namun, seperti halnya cinta di Adonara, cinta Kopong dan Tuto harus diuji dengan sebuah tradisi yang tak pernah usang yakni mahar sebilah gading. Gading ini bukan sembarang gading. Ini adalah simbol status, kekayaan, dan kehormatan. Harganya? Ah, jangan ditanya. Bisa membeli rumah dan mungkin tanah, tapi lebih sering menjadi beban hidup. Kopong, yang kantongnya lebih akrab dengan angin daripada uang, tahu benar bahwa ia tak akan pernah bisa membeli gading itu. Tapi cinta, konon, bisa menaklukkan segalanya. Jadi, mereka memutuskan untuk kawin lari. Namun, tradisi tetaplah tradisi. Meskipun mereka kawin lari, keluarga Tuto tetap meminta mahar gading itu. Mau tak mau, Kopong pun harus mencari cara. Setelah memutar ot...

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

Gambar
Sumber: Dokumen Pribadi Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya", Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.   Salam dan bahagia bapak ibu guru hebat, perkenalkan saya Asy’ari Hidayah Hanafi, S.Pd Guru SMP Negeri Panca Marga Kolimasang, Adonara, Flores Timur. Setelah mengikuti pembelajaran pada modul 3.2 tentang Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya, saya sebagai peserta Calon Guru Penggerak Angkatan IX Kabupaten Flores Timur ingin membagikan pengalaman saya selama 2 minggu ini. Disini saya akan menyampaikan refleksi dengan menggunakan model 4F atau 4P yaitu Facs (Peristiwa), Filing (Perasaan), Findings (Pembeajaran)  dan Future (Penerapan)   1.       Facts (Peristiwa) Modul 3.2 dengan materi pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. Perjalanan mempelajari modul 3.2 meru...

REFLEKSI KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1

Quote kedua dari Georg Wilhelm Friedrich Hegel yaitu  Education is the art of making man ethical. Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis. Kutipan tersebut sangat sesuai dengan tujuan pendidikan itu sendiri yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan memiliki budi pekerti yang luhur. Hubungannya dengan modul 3.1 ini adalah pendidik sebagai pemimpin pembelajaran memiliki peran besar dalam membentuk manusia yang luhur budi pekertinya, sehingga pada saat mengambil keputusan terkait dengan peserta didik harus dapat menjembatani mereka untuk menjadi manusia yang akan lebih baik. Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin? Filosofi Pratap Triloka yaitu Ing ngarso sung tuladho, ing madya mangun karso, Tut Wuri Handayani memiliki keterkaitan dengan penerapan p...

KONEKSI ANTAR MATERI

Gambar
 KONEKSI ANTAR MATERI Oleh: Asy’ari Hidayah Hanafi, S.Pd Guru SMP Negeri Panca Marga CGP. Angkatan 9 Kabupaten Flores Timur Sumber: Dokumen Pribadi Pemikiran reflektif saya terkait pengalaman belajar di modul 2.3 adalah bahwa coaching merupakan kegiatan yang lebih kepada membantu seseorang untuk belajar daripada mengajarinya. Coaching berbeda dengan mentoring , konseling , fasilitasi dan training . Stone (2002) mendefinisikan mentoring sebagai suatu proses dimana seorang teman, guru, pelindung, atau pembimbing yang bijak dan penolong menggunakan pengalamannya untuk membantu seseorang dalam mengatasi kesulitan dan mencegah bahaya. Gibson dan Mitchell (2003) menyatakan bahwa konseling adalah hubungan bantuan antara konselor dan klien yang difokuskan pada pertumbuhan pribadi dan penyesuaian diri serta pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Shwarz (1994) mendefinisikan fasilitasi sebagai sebuah proses dimana seseorang yang dapat diterima oleh seluruh anggota kelompok, sec...

JEJAK SANG PENGABDI

Gambar
 Sumber: Dokumen Pribadi Ary Toekan Setelah menamatkan pendidikan pada Almamater tercinta SMP San Pankratio Larantuka Juni 1960, berangkatlah M.A. Hanafi ke Kupang seorang diri. Dengan menumpang sebuah perahu layar milik orang Sabu Raijua, dari pelabuhan Larantuka. Malam itu Hanafi merasa sedih karena hanya dirinyalah yang dapat mengerti dan mengunakan Bahasa Indonesia. Seluruh ABK perahu tersebut hanya bisa berbahasa daerah Sabu. Sedangkan juragan perahu selain bahasa ibunya ia juga dapat berbahasa Kupang yang sedikit ada kemiripan dengan Bahasa Indonesia. Sehari telah berlalu, keesokan harinya perahu yang ditumpangi singgah di Pelabuhan Kota Lohayong Solor (terdapat Benteng Portugis). Di pelabuhan ini tiga orang c rew perahu tersebut turun menjajakan dagangan mereka berupa gula air (tuanasu), tikar yang terbaut dari daun lontar dan bawang merah (baca: sebola, bahasa Kupang). Selepas magrib perahu layar itu kembali mengembangkan layarnya menyusuri laut biru menuju pelabuha...