GUMPALAN HITAM

 

Aroma khas lendut kanal

sungguh aku tak lupa ribuan kisah kemarin

kematian yang berulangkali menancap jiwa kumal

jejak ziarah di kota ini lekat dalam rusuk ingatan

ada gumpalan hitam masa silamku

manampar relung hati yang hampir patah

melengkung mengikuti kelokan dusta


Tarian si kecil meliuk gemulai

melukis deretan pesan laku

tebarkan kesan penuh goda

aku masih sempat mengejar langkah kaki

namun harus aku kubur ikrar tunggal itu

pada kedalaman tanah tanpa nisan

agar tak ku dengar lagi kebohongan

juga kepalsuan kata-katamu


Kau bangun menara rapuh

di atas puing-puing mimpiku

yang tak sempat aku semat di sudut sempit kalbu

amuk kemarahan bagai badai

padahal kita tak sadar

bahwa gumpalan itu telah melekat

berbekas pada masa lalu kita

hingga kita sudahi tautan rasa

di atas tali cinta bertahtakan dusta


Gumpalan hitam itu warisan dengki

yang tumbuh terus dari benih benci

dan kesumat ini tak akan usai.


Makassar, 2 Desember 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MELUMAT KESUMAT

RAMADHAN

MAHAR UNTUK TUTO