MELUMAT KESUMAT
Larut malam
suara gemuruh angin
juga debur ombak memecah pantai
di langit bulan sabit muncul malu-malu
di atas sajadah putih itu
tali putus dan tasbih berserakan
ucapan tak lagi menggenapi hitungan zikir
lalu akal kaku di lumpur pikir
Dengung
ayat-ayat suci terdengar samar
si tua merapal doa dalam lirih pinta
berharap taubat dari dosa yang tak berbau
digantung pedih hati tanpa temali
dan bintang-bintang redup di balik awan
Menanak
puji pada mulut dan lidah-lidah
hingga busa membuncah di pinggir bibir
lalu di tenggorokan munajat sumir tersedak
lantaran di waktu lalu tak ada ruku enggan bersujud
kencang
kesiur aliran darah
jantung berdegup melumat kesumat
hadirkan kasih dekatkan rahmat
agar kembara hidup penuh selamat
Adonara, 24 Mei 2021
Ary Toekan
Komentar
Posting Komentar