JEJAK SANG PENGABDI
Sumber: Dokumen Pribadi Ary Toekan Setelah menamatkan pendidikan pada Almamater tercinta SMP San Pankratio Larantuka Juni 1960, berangkatlah M.A. Hanafi ke Kupang seorang diri. Dengan menumpang sebuah perahu layar milik orang Sabu Raijua, dari pelabuhan Larantuka. Malam itu Hanafi merasa sedih karena hanya dirinyalah yang dapat mengerti dan mengunakan Bahasa Indonesia. Seluruh ABK perahu tersebut hanya bisa berbahasa daerah Sabu. Sedangkan juragan perahu selain bahasa ibunya ia juga dapat berbahasa Kupang yang sedikit ada kemiripan dengan Bahasa Indonesia. Sehari telah berlalu, keesokan harinya perahu yang ditumpangi singgah di Pelabuhan Kota Lohayong Solor (terdapat Benteng Portugis). Di pelabuhan ini tiga orang c rew perahu tersebut turun menjajakan dagangan mereka berupa gula air (tuanasu), tikar yang terbaut dari daun lontar dan bawang merah (baca: sebola, bahasa Kupang). Selepas magrib perahu layar itu kembali mengembangkan layarnya menyusuri laut biru menuju pelabuha...